Bebek Bali

Asal Usul

Itik atau bebek (Bahasa Jawa dan Bali) pada awalnya merupakan ungas liar yang berasal dari Amerika Utara (wordpress.com/2015). Itik dapat hidup dengan baik di daerah sub tropis maupun tropis, sehingga itik liar dapat bermigrasi sampai ke Afrika dan Asia. Alfred Wallace mengamati hewan ini pada tahun 1856, dan menyatakan bahwa hewan ini berjalan tegak, seperti penguin. (https://id.wikipedia.org/wiki/Bebek_pelari). Itik liar kemudian didomestikasi  dibudidayakan oleh manusia sampai sekarang dan dikenal sebagai ternak itik atau bebek (anas domesticus) dan entog (anas Muscovy). Di Indonesia itik dibawa oleh orang India pada abad ke-7. Orang India ini merupakan tukang bangunan yang didatangkan oleh Raja Syailendra untuk membangun candi-candi Hindu dan Budha di Indonesia. Sejarah perkembangan itu sangat pesat pada masa Kerajaan Majapahit. Itik menyebar luas di Indonesia yaitu di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Bali. Itik terus dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan ritual keagamaan sebagai pelengkap sesaji (banten). Saat ini itik banyak di ternakkan di Nangro Aceh Darrussalam (NAD), Sumatera Utara, Jawa yang meliputi Cirebon, Brebes, Tegal,Mojosari, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Lombok dan Bali. Itik di Jawa kemudian disebut itik Jawa seperti itk Cirebon dan itik tegal ( Anas platyrhynchos javanica) yang diternakkan sebagai itik petelur. Di Bali itik jenis ini dinamai itik bali (www.infoternak.com/bebek-bali). Itik bali termasuk Itik bangsa Indian Runner (Srigandono, 1986). yang merupakan standar dari itik asli Indonesia (Samosir, 1993). Menurut Marhijanto, 1996, itik bali berasal dari Bali, merupakan unggas liar yang kemudian oleh petani dijinakkan dan dipelihara untuk diambil telurnya. Itik Bali memiliki ciri yang khusus yaitu di kepala terdapat jambul dan sering digunakan dalam upacara-upacara adat agama Hindu. Itik Bali sering dijuluki itik Pinguin.

Karakteristik Itik Bali

Itik bali termasuk tipe nitik petelur, dengan keistimewaan daya tahan tubuhnya sangat bagus. Itik bali ada beberapa macam berdasarkan warna bulunya yaitu itik bulu sumi, itik bulu sumbian itik bulu sikep dan itik putih jambul. Ciri umum : hampir sama atau mirip dengan  itik tegal, namun badannya  lebih lebar/berisi , lehernya  lebih pendek.

Ciri khusus :

  • postur tubuh tegak 80 derajat sehingga disebut juga sebagai itik pinguin
  • bulu berwarna khaki (untuk itik bali sumi), coklat gelap bercak-bercak hitam (untuk itik bali sumbian), hitam (untuk itik bali sikep), dan putih.

Itik atau bebek bali yang khas adalah bebek putih jambul, dengan warna bulu putih, kaki dan paruh berwarna kuning, pada kepala terdapat bulu disebut jambul berwarna putih.

Pemanfaatan itik oleh masyarakat di Bali

Ternak itik bali memberikan beberapa manfaat bagi kehidupan masyarakat Bali, yaitu sebagai sumber bahan pangan berupa daging dan telur, sebagai sarana upacara keagamaan dan sebagai penunjang pariwisata dalam wisata kuliner.

  1. Sumber bahan pangan berupa telur dan daging

Itik yang diternakkan oleh masyarakat di Bali hampir seluruhnya adalah itik lokal yang dikenal dengan itik bali.

Pada umumnya itik bali diternakkan sebagai itik petelur. Itik mulai bertelur biasanya pada umur 6 bulan dan dapat bertelur sebanyak 200 butir per ekor per tahun. Telur itik bali warna cangkangnya putih dan beratnya rata-rata 60–65 gram. Disamping itu, itik bali juga dipelihara sebagai itik potong. Satu ekor itik dewasa berat karkas nya rata-rata 1,10 kg.(Informasi Data Peternakan Provinsi Bali Tahun 2017). Produksi daging dan telur itik bali dalam 5 tahun terakhir disajikan dalam Tabel I-1 sebagai berikut:

2. Itik sebagai sarana upacara keagamaan di Bali (Hindu)

Di Bali banyak upacara keagamaan (Hindu) yang menggunakan berbagai jenis hewan. Itik merupakan salah satu jenis hewan yang digunakan dalam berbagai upacara keagamaan di Bali. Nama-nama upacara yang menggunakan itik dapat dilihat pada Tabel I-1 sebagai berikut.

Selain itiknya, telur itik juga  digunakan   dalam upacara keagamaan, terutama untuk melengkapi Daksina.

3. Itik sebagai penunjang pariwisata.

Dalam dunia pariwisata, itik merupakan penunjang wisata kuliner. Kuliner itik yang terkenal di Bali adalah olahan bebek betutu, dan berbagai olahan telur seperti  telur asin, telur bekasem dan telur lablabnyah.

Telur lablabnyah (Leest/dokpri/Kpg-12)