Ayam Lokal Bali

Ayam bali atau ayam lokal bali, adalah ayam yang berada di  bali, secara turun temurun. Ayam lokal juga dikenal sebagai ayam buras atau ayam bukan ras. Ayam bali mempunyai beraneka ragam warna bulu.  Warna bulu ini sangat penting dalam berbagai jenis upacara agama Hindu. Selain untuk upacara, ayam buras memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya sebagai sumber pangan bergizi bagi keluarga berupa daging dan telurnya, sebagai tabungan hidup dan juga dipelihara untuk hobby. Dapat dikatakan bahwa semua petani di Bali memelihara ayam lokal bali atau ayam buras ini, karena pemeliharaannya cukup sederhana, mudah dan murah. Pada umumnya petani memelihara ayam lokal bali secara umbaran atau semi intensif, dalam kandang jaring disesuaikan dengan sifat ayam buras yang suka hidup bebas atau liar. Namun ada juga yang memelihara ayam buras secara intensif.

Populasi ayam buras di Bali cenderung stabil, dalam 3 tahun terakhir berkisar pada angka tiga juta-an.  Populasi ayam buras dalam 5 tahun terakhir sebagai berikut :

Populasi ayam buras dalam 5 tahun terakhir

No. Tahun Populasi (ekor)
1. 2014 4.111.438
2. 2015 4.009.849
3. 2016 3.940.439
4. 2017 3.263.391
5. 2018 3.040.742

Sumber : Informasi Data Peternakan Prov. Bali, 2019

Ayam sebagai sarana upacara keagamaan di Bali (Hindu)

No. Nama lokal Nama Indonesia Nama Latin Digunakan pada upacara
1. Siap sebulu-bulu Ayam G. gallus domesticus Berbagai jenis upacara
2. Siap putih Ayam putih G. gallus domesticus Caru Manca Sata, Ngraja Singa, dll
3. Siap putih siungan Ayam bulu putih paruh dan kaki berwarna kuning G. gallus domesticus Bayuh oton, Manca Sata, Caru Sasih Kasa Katemu Lindu, dll
4. Siap selem Ayam bulu  hitam G. gallus domesticus Caru Manca Sata, Sambleh Segehan Agung, Kadasa Katemu Lindu, dll
5. Siap biying Ayam bulu merah G. gallus domesticus Caru Manca Sata, Sesayut Ipian Ala, Kalima Katemu Lindu, dll
6. Siap ijo Ayam bulu  hijau G. gallus domesticus Rsi Gana, Batara Turun Kabeh, Pakelem, dll.
7. Siap brumbun Ayam bulu berwarna-warni G. gallus domesticus Caru Eka Sata, Manca Sata, Pangeruak, dll
8. Siap wangkas Ayam putih, bulu punggung dan sayap kemerahan G. gallus domesticus Eka Dasa Rudra, Tabuh Gentuh
9. Siap grungsang Ayam G. gallus domesticus Caru Pangasih Bhuta, Tawur Agung, Pakelem, dll
10. Siap sudamala Ayam G. gallus domesticus Caru, Pengasih Bhuta, Banten Arepan Widhi, dll
11. Siap bulu cemara Ayam G. gallus domesticus Eka Dasa Rudra
12. Siap papak  Ayam jantan yang ekornya seperti ayam betina G. gallus domesticus Eka Dasa Rudra, Pakelem, Bayuh Oton
13. Siap sangkur Ayam G. gallus domesticus Eka Dasa Rudra, Pakelem

14.
Siap kelahu Ayam G. gallus domesticus Tebasan Sapuh Awu, Kadasa Ketemu Lindu
15. Siap buik Ayam Burik G. gallus domesticus Caru Pemaden Angsa, Labuh Gentuh, Pakelem
16. Siap kelahu andungan Ayam kelahu betina, ekor butut (sangkur) G. gallus domesticus Pakelem, Nasarin, Bayuh Oton, dll
17. Siap selawah Ayam G. gallus domesticus Pakelem, Pemayuh Karang, dll
18. Siap biying brahma Ayam Biying, kaki merah G. gallus domesticus Bayuh Oton, Panyucian Diri/Karang, dll

Sumber: Komang Budaarsa, dkk. 2013