Tugas Pokok dan Fungsi

TUGAS POKOK

Sesuai dengan Pergub Provinsi Bali Nomor 104 Tahun 2016 disebutkan bahwa Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali mempunyai tugas membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintahan bidang pertanian sub peternakan dan kesehatan hewan yang menjadi kewenangan daerah, serta melaksanakan tugas dekonsentrasi sampai dengan dibentuk Sekretariat Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai bidang tugasnya, yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.


FUNGSI

Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali mempunyai fungsi sebagai berikut :

  1. Perumusan kebijakan teknis di bidang kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, perbibitan dan produksi ternak serta sarana dan prasarana penyuluhan yang menjadi kewenangan Provinsi;
  2. Pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan kesehatan masyarakat veteriner;
  3. Pengawasan mutu dan peredaran benih/bibit ternak dan hijauan pakan ternak;
  4. Penataan pengawasan prasarana dan sarana peternakan;
  5. Menyusun program penyuluhan peternakan dan kesehatan hewan;
  6. Pengawasan pembibitan dan produksi ternak;
  7. Pembinaan, pengolahan dan pemasaran hasil peternakan;
  8. Penyelanggaraan penyuluhan peternakan dan kesehatan hewan;
  9. Pemberian rekomendasi teknis peternakan dan kesehatan hewan;
  10. Pelaksanakan administrasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan;
  11. Penyelenggaraan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang peternakan dan kesehatan hewan; dan
  12. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya.